Rabu, 14 Oktober 2009

Di Indonesia, Android Terbentur Masalah Aplikasi


JAKARTA - Kehadiran ponsel berbasis sistem operasi Android masih belum terdengar gaungnya di Indonesia. Salah satu hambatannya, adalah kurang aplikasi lokal yang ada di Tanah Air.

Diungkapkan Product Marketing HHP Business Departement PT Samsung Elctronics Indonesia (SEIN) Romeo Michael Vau, kalau Android tidak akan berkembang jika aplikasi yang dibutuhkan tidak tersedia banyak di Indonesia. Sebab, kekuatan utama dari sistem operasi besutan Google tersebut berasal dari beragamnya aplikasi.

"Sekarang kebanyakan aplikasi kan untuk luar negeri. Saya sudah coba mengunduh aplikasi Android, malah diblokir. Alhasil, Android tidak terlihat kekuatan utamanya kalau seperti itu," tukas Romeo, di Hotel Euphoria, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (13/10/2009).

Tidak hanya itu, ponsel Android yang dibanderol dengan harga yang tergolong mahal. Terlebih, salah satu vendor yang meluncurkan Android pertama di Indonesia, masih menggunakan platform awal. Padahal, saat ini dalam kurun waktu setahun platform Android sudah menginjak generasi ketiga.

"Kalau ponsel dengan harga diatas RP5 juta, dan menggunakan sistem operasi baru dengan platform pertama, itu sama saja seperti bunuh diri," cetusnya.

Untuk itulah, Romeo menghimbau operator di Indonesia agar lebih menekankan aplikasi lokal di Indonesia agar bisa menghasilkan aplikasi yang banyak untuk pengguna Android, terlebih sistem operasi ini mengadopsi sistem terbuka atau open source.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar