Kamis, 22 Oktober 2009

Ditemukan, Laba-Laba Raksasa

INILAH.COM, Jakarta- Sebuah spesies baru laba-laba raksasa dapat memakan burung dan kelelawar, telah ditemukan oleh para ilmuwan. Laba-laba raksasa itu ditemukan di Madagaskar dan Afrika, dengan diameter lebih dari empat inci dan secara resmi menjadi yang terbesar di dunia.
Bernama Nephila Komaci, spesies dari penenun bola emas itu biasanya memakan serangga, namun dapat juga memangsa burung kecil, kelelawar dan bahkan kadal.
Kendati tidak beracun untuk manusia, namun laba-laba itu bisa meninggalkan bekas gigitan yang buruk, seperti yang ditemukan para peneliti pada specimen yang ditemukan tahun 2003 dan 1970-an, saat meninjau museum.
Spesies baru ini ditemukan oleh Dr MatjaĆŸ Kuntner, dari Academy of Sciences dan Seni Slovenia, bersama dengan Dr Jonathan Coddington, dari Smithsonian's National Museum of Natural History di Washington.
Lebih dari 41.000 spesies laba-laba ditemukan dengan tambahan sekitar 400-500 spesies baru setiap tahunnya.
Tapi varietas seperti penenun bola emas raksasa, terakhir kali ditemukan di abad ke-19.
Sejumlah tim peneliti pernah melakukan beberapa ekspedisi ke Afrika Selatan, khusus untuk menemukan spesies ini, tetapi semua tidak berhasil. Mereka sempat menganggap spesimen Nephila yang pertama kali ditemukan pada tahun 1978, kemungkinan hibrida atau sebuah spesies yang telah punah,.
Namun pada tahun 2003, spesimen kedua dari Madagaskar yang terdapat di museum Naturhistorisches Wien di Wina, Austria mengatakan itu bukan hibrida.
Akhirnya beberapa tahun lalu, seorang kolega asal Afrika Selatan menemukan seekor laba-laba jantan dan dua betina di taman Gajah Tembe, dan itu menjelaskan bahwa spesimen tersebut merupakan spesies baru yang valid, kata para peneliti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar