Kamis, 22 Oktober 2009

Windows 7 Sukses di Indonesia?

INILAH.COM, Jakarta – Microsoft hari ini meluncurkan Windows 7 di Indonesia. Software baru itu disebut-sebut sebuah terobosan besar yang dilakukan Microsoft. Apakah Windows 7 akan sukses?
Windows Client Product Manager Business Marketing Organizations Microsoft Indonesia Lukman Susetio mengungkapkan optimismenya dengan peluncuran Windows 7 di Indonesia karena pasar IT yang menarik.
Menurutnya meskipun terjadi krisis global, data-data menunjukan penjualan PC Indonesia akan tumbuh 20%. Pencapaian itu mengindikasikan pengapalan PC di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Pasifik.
“Microsoft sendiri biasanya mengukur barometer dari distribusi PC, jadi kalau pertumbuhannya sekitar 20% kami harapkan akan mengikuti target itu akan tercapai,” katanya saat ditemui di kantornya di Jakarta, kemarin.
Ia mengakui tantangan pemasaraan Windows 7 adalah pembajakan yang tinggi. Selain itu tantangan berat dari dalam Microsoft sendiri, karena sebagian besar orang Indonesia masih terpatri pada Windows XP.
Oleh karena itu salah satu alasan mengeluarkan Windows 7 adalah adanya feedback dari orang-orang yang menggunakan komputer baik Vista maupun XP. Lukman mengatakan Microsoft menampung keluhan end user itu dan membuat improvement.
Pembajakan merupakan masalah besar di Indonesia. Menurut studi BSA (Business Software Alliance) tingkat pembajakan di Indonesia mencapai 87%. Namun Lukman mengatakan pembajakan justru sebagai pelajaran dan tantangan untuk membuat software asli memiliki nilai tambah bagi end user.
“Memang ada bajakan, tapi ada sesuatu yang kami berikan jika membeli yang original ada benefitnya, terutama soal security. Jadi kalo kita pakai yang asli securitynya selalu kita update,” jelas Lukman.
Sementara strategi yang dilakukan Microsoft Indonesia adalah membujuk end user untuk selalu menggunakan software original. Microsoft juga bekerjasama dengan aliansi perusahaan software di dunia yang tergabung dalam BSA, untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah.
Akibat pembajakan itu menjadi sulit untuk menghitung market share software di Indonesia. Namun Lukman mengatakan secara global, sudah ada 1 miliar orang yang menggunakan OS Windows. “Di Indonesia pembajakan merupakan sebuah tantangan untuk membuat sofwarenya tidak asli jadi asli,” kata Lukman.
Lalu ke mana Microsoft akan memasarkan Windows 7? Lukman mengungkapkan penjualan PC di Indonesia, sekitar 20-30% adalah desktop dengan harga di bawah US$ 1.000. Sementara 30-40% merupakan laptop di bawah US$ 500. Untuk itu, Windows 7 akan menyasar netbook, karean Windows 7 bisa berjalan di computer low spec.
“Kenapa pertumbuhan notebook lebih kencang dari pada desktop? Karena orang-orang melihat kapasitasnya sudah hampir sama dan fleksibilitas lebih nyaman,” imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar